19 Juni 2014

Kelok 44 Dikuasai Pembalap Iran

Di kategori pembalap nasional, Dadi Suryadi (tim Pegasus) masih berhak memakai kaus merah putih.
STATUS sebagai penggila rute tanjakan dibukti kan para pembalap asal Iran dengan menaklukkan tanjakan kategori 1 di Kelok 44, Kabupaten Agam, untuk memimpin etape ke-4 Tour de Singkarak (TdS) 2014, kemarin. Etape itu dimulai dari pusat Kota Bukittinggi hingga finis di Taman Petualangan Lawang, Kabupaten Agam.

Memasuki tanjakan Kelok 44 yang merupakan area 12 km menjelang finis dari total 165 km yang harus ditempuh 104 pembalap pada etape ke-4, juara TdS 2012, Oscar Pujol Munoz dari tim Skydive Dubai, sebenarnya berhasil memimpin, Namun, 1 km menjelang finis, giliran Rahim Emami dari tim Pishgaman Yazd yang berhasil mendahuluinya.

Munoz kemudian harus kembali menyerahkan posisinya saat rombongan pembalap yang dipimpin pemegang kaus kuning, Amir Zargari, berha sil mengejarnya. Pembalap Spanyol itu pun akhirnya harus puas dengan posisi ke-9 di akhir lomba.

“Saya sudah berusaha untuk cepat, tapi pembalap asal Iran memang lebih kuat di tanjak-an. Saya sudah tiga kali melahap Kelok 44 karena ini rute favorit saya, tapi apa boleh buat, pembalap Iran berhasil menyusul dan mendahului,“ kata Munoz menanggapi kegagalannya menguasai lomba.

Podium juara di etape ke-4 TdS 2014 seluruhnya menjadi milik pembalap asal tim Pishgaman Yazd. Emami di podium pertama, Zargari di podium kedua, dan Ramin Mehrbaniazar di podium ketiga.

Pembalap Indonesia, Bambang Suryadi dari tim nasional Indonesia, menjadi satusatunya pembalap Indonesia yang finis di 10 besar.

Salah satu punggawa tim Pishgaman Yazd, Arvin Moazemi Godarzi mengungkapkan strategi timnya memang berusaha untuk mempertahankan predikat kaus kuning yang dipegang Zargari dan kaus polkadot yang menjadi milik Ramin Mehrbaniazar.

“Kami mencoba membuat pemegang kaus kuning berada di rombongan terdepan untuk menguntit pemimpin sambil mencoba melepas satu pembalap untuk mengambil alih kepemimpinan, itu strategi utama kami,“ kata pembalap yang sempat mengenakan kaus kuning pada etape ke-3 itu.

Hasil etape ke-4 memang tidak banyak mengubah komposisi pembalap dalam klasifikasi umum. Zargari tetap menjadi pemimpin klasifikasi dan berhak mempertahankan kaus kuning. Itu mendekatkannya ke gelar kedua di TdS dengan lima etape tersisa. Kelelahan Di sisi lain, ambisi pembalap Indonesia Dadi Suryadi mempertahankan posisi puncak di klasemen pembalap Asia Tenggara kini semakin terancam oleh Bambang Suryadi. Kedua pembalap itu kini hanya berselisih 3 menit 26 detik.

Dadi gagal berada di rombongan terdepan pada etape ke-4. Pembalap tim Pegasus Continental itu harus finis di luar 10 besar. Pembalap asal Jawa Barat itu mengaku kelelahan mendaki Kelok 44. “Saya kelelahan di Kelok 30, jadinya saya gagal mengejar pembalap Iran,“ ujar Dadi. Etape ke-5 hari ini menempuh jarak 102 km dengan titik start di Ngalau Indah, Kabupaten Payakumbuh, dan finis di Danau Singkarak, Kabupaten Solok. (R-3) - Media Indonesia, 11/06/2014, halaman 26