01 November 2013

Ketersediaan Pangan Di Sumatra Barat Masih Aman

Padang, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengklam meski kebutuhan susu dan kedelai belum terpenuhi ketersediaan pangan di provinsi tersebut saat ini masih aman. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam ekpose di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah mentri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II mengatakan kondisi pangan Sumbar aman dan terkendali. Ketersediaan pangan jauh melebihi kebutuhan harian masyarakat.

"Saat ini ketersediaan pangan Sumbar sangat mencukupi. Bahkan untuk beberapa komoditi seperti beras, sayur, daging, ikan dan buah, malah Sumatra Barat mengisi kebutuhan pangan provinsi tetangga," kata Iwan di VIP Room Bandara Internasional, Minangkabau Padang, Senin 28 Oktober  2013.

Dia mengatakan ketersediaan energi untuk dikonsumsi masyarakat Sumbar mencapai 5,408 kilokalori per kepala per hari. Sementara kebutuhan dasar masyarakat hanya 2.200 kilokalori per kepala per hari. Begitu juga dengan ketersediaan protein mencapai 129.21 gram per kepala perhari, sedangkan kebutuhan dasar hanya 57 gram perkepala perhari.

"Sumber memiliki cadangan pangan yang cukup," ujarnya. Meski begitu Irwan mengakui untuk komoditi susu dan kedelai masih didatangkan dari daerah lain dan dipenuhi dengan impor.
Data baden Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatra Barat menunjukka bahwa kebutuhan susu Sumbar mencapai 9.476 ton per tahun tetapi ketersediaan hanya 1,518 ton per tahun. Begitu juga  dengan kedelai, kebutuhan tahunan mencapai 18.769 ton tetapi hanya bisa dipenuhi sebesar 1.185 ton saja.

Sementara itu untuk komoditas penting seperti beras, daging, ikan, telur dan buah sudah surplus. Untuk beras misalnya dari kebutuhan masyarakat sebesar 562.339 ton, ketersediaan mencapai 1.351.359 ton.
Begitu juga dengan ikan dari kebutuhan 104.231 ton ketersediaan mencapai 333.496 ton. Untu daging, kebutuhan sebesar 35.169 ton dengan ketersediaan mencapai 35.336 ton.

IWan berjanji pihaknya akan terus menjaga ketersediaan pangan tersebut. " Termasuk meningkatkan produksi komoditi yang kurang seperti susu dan kedelai itu, " katanya.

Selama kunjungan kerja di Sumatra Barat, Presiden juga akan menggelar rapat kabinet terbatas serta rapat koordinasi tentang ketahanan pangan dengan 14 Gubernur se Indonesia.
"Agenda kunjungan kerja Presiden ke Provinsi Sumbar juga diisi dengan rapat kabinet terbatas, dan rakor tentang ketahanan pangan.

Sumber Media Cetak : Bisnis Indonesia, 29 Oktober 2013.

Note: Dengan kunjungan Presiden Negara Republik Indonesia (NKRI) Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Tentunya saat-saat itu para awak media juga secara tidak langsung mempromosikan objek pariwisata di Sumatra Barat. Dan ke depan tentunya para wisatawan dalam dan luar negeri akan tertarik untuk mengunjungi pariwisata Sumbara. Hal ini akan memberikan dampak kepada bisnis rental mobil Padang yang akan digunakan sebagai transportasi wisatawan.